HUBUNGAN PERILAKU CUCI TANGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI SDS WAHIDIYAH KOTA KEDIRI
Keywords:
Anak, Diare, Cuci tangan, PerilakuAbstract
Diare merupakan kondisi ketika terjadi peningkatan frekuensi buang air besar dengan konsistensi feses yang cair. Salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap tingginya kasus diare adalah rendahnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, terutama perilaku mencuci tangan. jumlah kasus diare di kota kediri tahun 2022 sebanyak 7.909, 2023 sebanyak 9.952, dan 2024 sebanyak 2.266. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Pendekatan pada penelitian ini adalah Cross – Sectional. (Sugiyono, 2016). Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain penelitian korelasional yaitu mengkaji hubungan antar variabel. populasi pada penelitian ini adalah semua siswa SDS Wahidiyah Kota Kediri sebanyak 132 responden. Pada penelitian ini besar sampel diambil dengan rumus slovin dengan hasil 99 responden. Perilaku cuci tangan responden baik sebanyak 41 responden (41,4%), cukup sebanyak 48 responden (48,5%), dan perilaku cuci tangan kurang dari 10 responden (10,1%). Responden yang mengalami diare sebanyak 27 responden (27,3%), dan tidak diare sebanyak 72 responden (72,7%). Adanya hubungan yang signifikan antara perilaku cuci tangan dengan diare pada SDS Wahidiyah Kota Kediri dengan nilai p value 0,000. Penulis berasumsi bahwa perilaku cuci tangan pada siswa di SDS Wahidiyah cenderung cukup karena dari para guru juga memberikan edukasi serta ajakan kepada para siswa untuk menerapkan perilaku cuci tangan yang baik dan benar sehingga para siswa bisa menerapkan perilaku cuci tangan yang baik dan benar.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 BIOMEDIC

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
















