HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN GIZI DAN POLA ASUH IBU DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKORAME KOTA KEDIRIHUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN GIZI DAN POLA ASUH IBU DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKORAME KOTA KEDIRI
Kata Kunci:
pengetahuan gizi, pola asuh ibu , stunting , balitaAbstrak
Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat signifikan di Indonesia yang menghambat
pertumbuhan dan perkembangan anak. Faktor kunci yang memengaruhi kondisi ini adalah tingkat
pengetahuan gizi dan pola asuh ibu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat
pengetahuan gizi dan pola asuh ibu dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas
Sukorame, Kota Kediri. Metode penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan crosssectional. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling terhadap ibu yang memiliki balita. Data
dikumpulkan melalui kuesioner tervalidasi untuk mengukur pengetahuan gizi dan pola asuh, serta
pengukuran tinggi badan menurut umur (TB/U) untuk status gizi. Analisis data dilakukan menggunakan uji
statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan gizi
dan pola asuh kurang sebanyak 73 orang (78,49%), kategori cukup 13 orang (13,98%), dan kategori baik 7
orang (7,53%). Hasil uji chi-square pengetahuan gizi ibu memperoleh nilai p = 0,000 dan uji chi square pola
asuh ibu memperoleh nilai p = 0,000 sehingga H1 diterima. Hal ini membuktikan adanya hubungan
signifikan antara tingkat pengetahuan gizi dan pola asuh ibu dengan kejadian stunting pada balita. Menurut
peneliti bahwa pengetahuan gizi yang baik mendorong ibu memahami pentingnya gizi seimbang dan pola
asuh tepat. Ibu berpengetahuan tinggi cenderung mengoptimalkan kualitas perawatan anak, sehingga
menurunkan risiko stunting. Sebaliknya, rendahnya pengetahuan dan pola asuh yang kurang tepat
berkontribusi pada peningkatan risiko stunting pada balita
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 BIOMEDIC

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
















