Hubungan Kebiasaan Makan Dengan Kejadian Gout Artritis Di Wilayah Kerja Puskesmas Sukorame Kota Kediri

Penulis

  • Diva Elfiyanti Universitas Wahidiyah Penulis

Kata Kunci:

Kebiasaan Makan, Gout Artritis, Asupan Purin

Abstrak

Gout artritis merupakan penyakit degeneratif dengan prevalensi yang terus meningkat dan berhubungan dengan kebiasaan makan, terutama konsumsi makanan tinggi purin yang sering. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebiasaan makan dengan kejadian gout artritis di wilayah kerja Puskesmas Sukorame Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 122 responden, dan sebanyak 93 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 66–80 tahun, berjenis kelamin perempuan, memiliki tingkat pendidikan yang rendah, dan bekerja sebagai ibu rumah tangga. Sebagian besar responden memiliki kebiasaan makan dengan kategori sering, dan mayoritas mengalami gout artritis. Hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kebiasaan makan dengan kejadian gout artritis (p = 0,000). Kesimpulannya, kebiasaan makan yang tidak sehat berkontribusi terhadap peningkatan risiko terjadinya gout artritis. Oleh karena itu, diperlukan pendidikan kesehatan yang disesuaikan dengan karakteristik masyarakat untuk meningkatkan pemahaman serta mendorong perilaku pencegahan.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Diterbitkan

2026-07-29

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Hubungan Kebiasaan Makan Dengan Kejadian Gout Artritis Di Wilayah Kerja Puskesmas Sukorame Kota Kediri. (2026). BIOMEDIC, 5(2), 8-15. https://jurnal.uniwa.ac.id/index.php/biomedic/article/view/599