Implementasi Model Continuity of Care (CoC) Berbasis M-Health oleh Bidan Desa dalam Optimalisasi Deteksi Dini Risiko Stunting
Kata Kunci:
Bidan Desa, Continuity of Care, Deteksi Dini, M-Health, Rejomulyo, StuntingAbstrak
Stunting masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Kota Kediri, di mana deteksi dini pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sangat krusial. Keterbatasan jangkauan pemantauan konvensional di tingkat kelurahan mendorong perlunya inovasi pelayanan kebidanan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi model Continuity of Care (CoC) berbasis Mobile Health (M-Health) oleh bidan desa dalam mengoptimalkan deteksi dini risiko stunting di Desa Rejomulyo, Kecamatan Kota, Kota Kediri. Metode: Penelitian mixed-methods (explanatory sequential) ini dilaksanakan di Kelurahan Rejomulyo pada Januari–Mei 2026. Sampel penelitian melibatkan 3 bidan kelurahan, 12 kader kesehatan, dan 45 ibu hamil trimester I hingga masa nifas yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, kuesioner, dan observasi pemanfaatan aplikasi M-Health, lalu dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan analisis tematik. Hasil: Penggunaan M-Health dalam pendampingan CoC meningkatkan cakupan deteksi dini risiko stunting sebesar 38,2% dibandingkan metode konvensional (dari 57,8% menjadi 96,0%). Fitur pemantauan jarak jauh memfasilitasi identifikasi cepat terhadap kejadian Kurang Energi Kronis (KEK) (22,2%) dan anemia (15,5%) secara real-time. Bidan dan kader melaporkan efisiensi waktu pelaporan hingga 40%. Kesimpulan: Penerapan model CoC berbasis M-Health oleh bidan desa di Kelurahan Rejomulyo efektif mengoptimalkan deteksi dini risiko stunting dan layak dijadikan model pelayanan kebidanan komunitas terintegrasi di Kota Kediri.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 REPRODUKSI

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
















