HUBUNGAN RIWAYAT KEKURANGAN ENERGI KRONIS (KEK) SELAMA KEHAMILAN DENGAN PERTUMBUHAN BAYI HINGGA USIA ENAM BULAN
Kata Kunci:
Kekurangan Energi Kronis, KEK, pertumbuhan bayi, status gizi, kehamilan.Abstrak
Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil masih menjadi salah satu masalah gizi utama di Indonesia yang berkontribusi terhadap tingginya angka morbiditas dan mortalitas ibu serta bayi. Kondisi KEK selama kehamilan dapat menghambat pertumbuhan janin sehingga meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan lahir rendah, gangguan pertumbuhan, dan stunting pada masa awal kehidupan. Enam bulan pertama kehidupan merupakan periode emas yang sangat menentukan pertumbuhan dan perkembangan bayi, sehingga status gizi ibu selama kehamilan menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan bayi yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan riwayat Kekurangan Energi Kronis (KEK) selama kehamilan dengan pertumbuhan bayi hingga usia enam bulan. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan retrospektif. Sampel penelitian terdiri atas ibu yang memiliki bayi usia enam bulan dan dipilih menggunakan teknik *purposive sampling*. Riwayat KEK diperoleh dari Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), sedangkan pertumbuhan bayi diukur berdasarkan indikator berat badan menurut umur (BB/U), panjang badan menurut umur (PB/U), dan berat badan menurut panjang badan (BB/PB) sesuai Standar Pertumbuhan WHO. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara riwayat KEK selama kehamilan dengan pertumbuhan bayi hingga usia enam bulan (p < 0,05). Bayi yang lahir dari ibu dengan riwayat KEK memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan pertumbuhan dibandingkan bayi yang lahir dari ibu tanpa riwayat KEK. Penelitian ini menyimpulkan bahwa riwayat Kekurangan Energi Kronis selama kehamilan berhubungan dengan pertumbuhan bayi hingga usia enam bulan. Oleh karena itu, upaya pencegahan KEK melalui perbaikan status gizi sejak masa prakonsepsi, selama kehamilan, dan peningkatan kualitas pelayanan antenatal perlu terus diperkuat untuk mendukung pertumbuhan bayi yang optimal.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 REPRODUKSI

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
















